Jok dan Safety Riding, Jangan Asal Modif!

Sarung pelapis jok menunjang safety riding

Sarung pelapis jok menunjang safety riding

Jangan anggap remeh peran alas pantat alias jok. Fungsinya cukup vital dalam menunjang kenyamanan berkendara. Penggantian sarung jok dengan bahan variasi, kalau tidak tepat malah membuat berkendara menjadi tidak enak. Bahan yang licin sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti sarung jok. Posisi duduk akan ngegelosor jika pengendara melakukan pengereman walau tidak hard braking.

Bahan sarung jok memang banyak macam,  ada yang dibuat dari karbon, semi sintetis berpasir  dan karet. Untuk memodifikasi jok standar juga mudah. Tidak butuh waktu berlama-lama. Paling tidak satu jam. “Yang licin model karbon. Tapi banyak dicari karena harganya lebih murah,” kata Apip dari Black Sweet Seat Modification.

Karbon ini mirip dengan jok yang dilapisi plastik. Sehingga, saat pengendara menduduki jok dengan model ini, pantat pengendara gampang maju. Sedangkan bahan semi sintetik berpasir, modelnya kasar seperti ada bintik-bintik kecil.

“Pasir ini berfungsi sebagai penahan saat pengendara duduk. Bahan ini juga tahan terhadap air. Sedangkan yang model karet sintetis  bikin lengket sehingga badan tidak mudah geser,” kata pengrajin jok bermarkas di Jl. H. Ung, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Soal pemilihan bahan memang tergantung dari harga yang juga bervariasi. Tipe M-Tech yang model plastik dijual Rp 60 ribu. Sementara untuk karbon, harga di kisaran Rp 20-40 ribu.

Apip menambahkan, untuk menyiasati penggunaan bahan karbon yang licin, ia mendesain model jok dengan model tidak rata. “Saya akan buat ada cekungan menyesuaikan dengan pola pantat. Lalu pada ujung jok juga dikasih tonjolan sebagai penahan,” katanya berbagi tips.

Sedikit pesan saat memodifikasi busa jok. Bagian yang mau dipapas sebaiknya jangan terlalu tipis. “Sebab, busa juga berfungsi sebagai bantalan. Kalau dipapas terlalu tipis, juga akan membuat pantat jadi mudah pegal,” cetus Apip.

Karena selain untuk menopang tubuh, jok juga berfungsi sebagai peredam entakan ketika terjadi guncangan. Ya, baik itu ketika berada di jalan yang tidak rata atau juga ketika menghajar lubang. Bagai suspensi, jika peran busa sudah tidak bagus atau terlalu tipis, guncangan akan sangat terasa ke badan. Terutama, perut!

Data tersebut diambil dari motorplus.otomotifnet.com

Advertisements
This entry was posted in Serba-Serbi Otomotif and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s