Servis Gratis Pabrikan, Sedikit Tapi Penting Loh!

Servis gratis pabrikan

Buku servis gratis jadi pedoman apa yang perlu di servis

Servis gratis untuk motor baru sering tidak memuaskan! Minimal itu yang banyak dikeluhkan para pemilik motor baru dari diler. Itu karena servis perdana tidak menyentuh hal yang lazimnya dilakukan saat pengecekan motor. Abis, servis perdana cuma semprot-semprot karburator dan kencengin baut. Juga mengecek kelistrikan dari luar.

Buat biker Indonesia, ini seperti gaya makan orang Indonesia. Kalau perut belum terisi nasi, seperti belum makan. Jadi, servis pertama yang tanpa membongkar karburator dan atau menyetel klep dianggap seperti baru makan roti.

Tapi, menurut Handy Hariko, Deputy GM Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), hal ini justru yang benar. Servis perdana itu hanya pengecekan kinerja motor setelah keluar dari pabrik. Biasanya servis ini dilakukan pada 500 kilometer pertama.

Pada servis pertama, hanya ganti oli. Karburator cuma dibuang bensin di mangkuknya. Lalu mengecek semua tombol lampu. Ditambah pengujian kekencangan baut dan mur.

“Pengecekan oli diikuti penggantian. Untuk memastikan tidak ada kotoran di oli pertama dari pabrik. Sebenarnya, untuk motor baru sekarang, tak ada geram-geram besi. Kan bahan dibuat presisi. Toh, demi kepastian, oli mesin harus diganti,” buka Handy.

Soal karburator yang cuma dibuang bensin di mangkuknya, lalu disemprot-semprot pun normal untuk servis perdana. Ada dua alasan. “Pertama, memang, jika tak ada masalah, tak disarankan membongkar karburator. Sering bongkar-pasang karburator malah bisa merusak komponen,” tegas Handy lagi.

Pembuangan bensin mengecek jika bensin kotor. Tapi, kata Handy, bila beli bensin di POM bensin resmi, kecil kemungkinan bensin kotor. Apalagi kini kadar timbel bensin jauh berkurang. Jadi kans ada kerak di jalur karbu minim. “Penyemprotan dengan kompresor atau carburator cleaner membantu memastikan jalur karburator bersih,” ujar Handy.

Lebih jauh, masih menurut Handy, servis rutin untuk motor moderen seperti CBR250R yang mengaplikasi sistem injeksi lebih sederhana. Hanya mengecek ECU dan penyemprotan karburator. “Justru ini yang benar. Tidak perlu bongkar karburator. Tidak juga perlu sampai menyetel kerenggangan klep. Sebab, sudah memakai sistem shim,” tegas pria yang lantang gaya bicaranya itu.

Handy juga menegaskan pentingnya servis rutin, sesuai anjuran buka pedoman pemilik alias buku servis. Itu sebagai patokan komponen apa saja yang harus diservis, disetel atau diganti untuk jangka waktu tertentu. “Selain itu, ini berkaitan dengan garansi. Sebab, jika ada satu kali tidak diservis rutin, maka garansinya otomatis akan gugur,” tegas bapak berambut lurus dan bertubuh kecil itu.

Toh Handy tidak melarang biker yang merasa perutnya belum kenyang jika belum makan nasi. Maksudnya, biker yang belum puas jika servis belum sampai membongkar karburator dan klep. “Silakan sampaikan pada mekanik bengkel resmi apa yang dimau. Pasti akan dijelaskan, dan akan dibantu,” tutup Handy.

Jadi, kalau memang belum kenyang, silakan minta tambah aja, ya!

Data tersebut diambil dari  (motorplus-online.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: