Power Beam, Bikin Rangka Yamaha Lebih Kaku

Power beam

Pada bulan April ini, Yamaha meluncurkan produk baru bernama “Power Beam” perangkat mungil yang hanya ada untuk skubek gambot Yamaha T-Max ini punya fungsi unik. Yaitu membuat rangka lebih kaku dan menghilangkan getaran.Dengan rangka yang lebih kaku dan tidak lentur maka stabilitasnya saat melintasi tikungan atau ketika bermanuver bisa lebih baik. Prinsip ini biasanya digunakan pada sepeda motor pacuan balap.

Sayangnya pada beberapa titik di rangka ada area yang pada tingkatan kecil akan merenggang ketika terkena beban saat bermanuver dan kemudian kembali normal. Kelenturan dalam frekuensi tertentu inilah lah yang akhirnya menyebabkan getaran, yang kemudian hal coba dihilangkan dengan Power Beam.

Yamaha Power Beam ini dipasang di titik-titik tertentu pada rangka. Bentuk dan cara kerjanya mirip strut bar pada mobil balap. Berbentuk batang yang dikaitkan ke salah satu sisi di rangka sepeda motor.

“Power Beam menambahkan kapasitas redaman di satu titik rangka untuk menyerap energi yang melenturkan dari kekuatan eksternal dan merilisnya sebagai energi panas,” ungkap realese Yamaha seperti dilaporkan Visor Down.

Menariknya, perangkat semacam strut bar yang dikembangkan sejak tahun 2000 ini sebenarnya bisa dibuat untuk motor apapun. Siapa tahu ada produsen aksesori yang mau membuat produk after market seperti ini. Tertarik? ..

Data tersebut diambil dari (motorplus-online.com)

Advertisements

Belt CVT Gates Powerlink, Diklaim Bikin Hemat BBM

Belt CVT Gates powerlink

Gates Corporation yang berkantor pusat di Denver, Amerika Serikat selama ini sudah terkenal sebagai produsen belt untuk industri dan otomotif. Produknya selama ini menjadi  OEM bagi H-D, Honda, Piaggio, BMW, Suzuki dan Yamaha. Khususnya untuk tipe yang edar di negeri Paman Obama itu.Sekarang mereka menghadirkan produk untuk skubek di Indonesia.  V-belt Gates Powerlink menawarkan kinerja maksimal bagi sistem transmisi CVT skuter bertenaga 50-150 cc. Katanya juga memiliki karakter bikin akselerasi cepat dan nyaman serta pengaturan kecepatan secara maksimal.

Klaimnya lagi, Powerlink cocok diaplikasikan di berbagai model matik. Seperti Honda Vario, BeAT dan Scoopy.Juga di Yamaha Nuovo, Mio dan Suzuki Spin.

“Keahlian Gates dalam membuat komponen karet otomotif memungkinkan Powerlink lebih awet dipakai. Bahkan untuk penggunaan motor yang intensif sekalipun,” tambah Wiharman Roswiem yang menjabat sebagai Area Sales Manager di Indonesia.

Menurut Asep Hidayat, ketua Yamaha Mio Club Depok yang diminta untuk mencobanya, belt ini memberikan efek hemat bahan bakar minyak alias BBM sampai 10%. Selain itu akselerasi juga jadi lebih enak. Komunitas ini diberi kesempatan untuk menjajalnya saat turing Jakarta-Bali di 2010 kemarin. Info lengkapnya bisa kontak Wiharman di (021)  5270721.

Data tersebut diambil dari (motorplus-online.com)

Test Bahan Bakar Pertamax Dan Pertamax Plus Bikin Mesin Jadi Panas?

Wianda Pusponegoro. Pembakaran lebih sempurna menambah tenaga mesin
Wianda Pusponegoro. Pembakaran lebih sempurna menambah tenaga mesin

Macam manusia saja, mesin juga bisa demam. Suhunya tinggi akibat minum Pertamax atau Pertamax Plus. Gejala macam ini beberapa kali ditanyakan pemilik motor di rubrik bengkel MOTOR Plus. Mereka kaget setelah menggunakan Pertamax atau Pertamax Plus mesin jadi panas. Wah, kudu dikompres dong.Untuk itu MOTOR Plus coba melakukan analisis dan tes. Analisis dengan bertanya kepada pihak Pertamina mengenai spek teknisnya. Dan tes laboratorium sendiri agar hasilnya independen.

Pertama, mari kita uji dulu kenapa menggunakan bensin Pertamax atau Pertamax Plus mesin jadi panas. Benar gak sih omongan para pengguna motor itu? Cara uji atau tes biasa dilakukan mekanik dengan melihat dari campuran bensin-udara.

Dari omongan mekanik, jika campuran gas bakar kebanyakan udara atau angin, berakibat mesin jadi panas. Biasa disebut campuran kurus atau miskin bensin. Bahasa awamnya dicekek.

Sama seperti ketika kita melakukan pengiritan bensin. Jika kelewat irit, bikin mesin panas atau overheat. Ini sama saja dengan campuran miskin bensin atau campuran kering.

Tes dilakukan di Honda Supra X 125. Untuk menganalisisnya gas bakar dipasang Air Fuel Rasio atau AFR. Dari sana bisa ketahuan karakter campuran bensin bila menggunakan Premium, Pertamax dan Pertamax Plus.

Untuk pembakaran sempurna antara bensin dan udara ada takarannya. Untuk membakar bersih 1 molekul bensin butuh 12,5 molekul udara. Ini tidak akan menimbulkan kerak atau karbon.

Dari hasil pengujian, jika menggunakan Premium, kurvanya paling bawah atau hijau. Itu mengindikasikan campuran lebih basah atau kaya bensin. Ini yang bisa bikin adem mesin.

Namun jangan lupa, memang bikin adem mesin. Tapi, nilai panas hasil pembakaran rendah. Energi panas (kalor) yang diubah jadi energi gerak (power mesin) jadi rendah. Makanya menggunakan Premium, tenaga mesin kurang maksimal.

Dari kurva hasil pengetesan juga bisa dilihat karakter Pertamax (biru). Posisinya berada di tengahantara Premium dan Pertamax Plus. Sesuai dengan nilai oktan yang dikandungnya.

Lalu bagaimana agar menggunakan Pertamax tapi mesin tidak panas? Cara paling gampangmemang bisa diakali dengan setelan angin. Tapi, itu hanya untuk rpm bawah terutama ketika mesin langsam.

Cara lain bisa ditempuh dengan menggunakan spuyer yang lebih gede satu tingkat. Tapi, yang perlu diwaspadai jangan sampai kebanyakan kelewat besar. Malah mengurangi tenaga mesin dan berakibat jadi timbunan kerak.

Teknik paling benar lihat dari kepala busi. Kalau elektrodanya berwarna merah bata, menandakanmasih normal. Tapi, apabila ternyata elektroda putih boleh ganti spuyer naik satu tingkat.

Dari hasil analisis juga bisa dilihat. Motor yang menggunakan Pertamax atau Pertamax Plus jika dibongkar kepala silindernya. Ruang bakar lebih bersih dan sedikit timbunan kerak.

Berbeda dengan yang menggunakan Premium. Selain ada karbon hitam, timbunan kerak lebih banyak. Menandakan pembakaran lebih bagus menggunakan Pertamax atau Pertamax Plus.

Keterangan Pertamina

Pertamax merupakan bahan bakar non timbel yang memiliki angka oktan di atas 92 dan mengandung additive untuk meningkatkan kualitas bahan bakar. Sedangkan Pertamax Plus bahanbakar non timbel yang memiliki angka oktan di atas 95 dan mengandung additive juga.

“Dengan angka oktan yang lebih tinggi dari Premium (oktan 88), Pertamax dan Pertamax Plus memiliki tingkat pembakaran yang lebih sempurna untuk menambah tenaga mesin dan membuat konsumsi bahan bakar lebih irit,” jelas Wianda Pusponegoro, Manager Media Corporate Communication PT Pertamina (Persero).

Itu yang menyebabkan suhu motor yang menggunakan Pertamax atau Pertamax Plus lebih tinggi. Kalau pembakaran lebih sempurna, panas yang dihasilkan dari pembakaran lebih tinggi. Energi panas jadi energi gerak juga jadi lebih gede.

Efisiensi thermis atau panas yang dihasilkan dari pembakaran lebih banyak.Power yang tercipta juga lebih besar. “Ini yang menyebabkan lebih efisien dalam pemakaian Pertamax Plus. Satu liter bisa lebih jauh dibanding pakai Premium,” jelas Wianda.

Lebih bagus lagi, Pertamax dan Pertamax Plus dipadukan dengan mesin yang memiliki rasi kompresi lebih tinggi. Seperti motor-motor sekarang. Misalnya Suzuki Satria F-150 atau motor yang diproduksi Thailand.

Dari spesifikasi yang dianjurkan, Pertamax Plus bisa digunakan untuk motor yang punya rasio kompresi di atas 1 : 10,5. Macam Suzuki Satrai F-150 yang memiliki kompresi 10,2 : 1.

Untuk dipakai di racing juga terbukti. “Pertamax Plus bisa tembus menggunakan rasio kompresi 12,5 : 1,” jelas Tomy Huang, dia bukan orang Pertamina. Tapi, dari Bintang Racing Team (BRT) yang konsisten menggunakan BBM SPBU untuk balap nasional dan Asia.

Di motor harian yang dijual di pasaran, tidak ada yang memiliki kompresi lebih dari itu. Motor-motor yang basic produksinya di Thailand dengan bahan bakar di sana lebih bagus pun kompresinya tidak sampai 12,5 : 1. Jadi, memang nggak perlu takut overheat.

Data tersebut diambil dari: motorplus.otomotifnet.com

Bikin Yamaha Mio Ngisi Terus Atas – Bawah

Untuk kejar akselerasi atau top-speed, skubek wajib seting ulang bobot roller, modif rumah roller atau ganti per CVT. “Ganti rasio di girboks jika memang dibutuhkan,” cuap Sumingan alias Mian, mekanik BBS Bandung.

Lebarkan lubang alur roller di puli primer efek bukaan puli makin dalam
Lebarkan lubang alur roller di puli primer efek bukaan puli makin dalam

Contoh jika ingin akselarasi lebih mantap, tanpa mengorbankan  tenaga di top-speed. Biasanya, Mian hanya mengganti roller yang memiliki bobot sedikit lebih ringan dari standar. Missal dari 8 gram, diubah jadi 7 gram. Tujuannya agar bukaan puli lebih cepat lagi.

Hanya saja bukaan puli lebih awal, mengakibatkan bukaan kampas sentrifugal jadi ikut cepat terangkat. Bila kemampuan tiga pegas penahan kampas lemah, kampas juga jadi mudah selip dan tenaga ada di rpm menengah.

 Pegas kampas kopling diganti lebih keras agar tapak kampas di mangkuk kopling stabil

Pegas kampas kopling diganti lebih keras agar tapak kampas di mangkuk kopling stabil

“Biar enggak gampang selip, baiknya ketiga pegas tadi diganti pakai yang lebih keras. Tentu agar tapak kampas di mangkuk kopling stabil,” kata mekanik buka praktik di Jl. Babakansari, Bandung ini.

Tapi, kalau top-speed masih dirasa kurang, Mian kasih solusi sederhana jika pemilik skubek tidak ingin ganti girboks. Caranya, cukup dengan meninggikan got atau alur jalan roller pada puli primer sampai ke atas pakai pisau tuner.

Kata Mian lagi, dengan membuat got jadi lebih tinggi, efeknya bukaan puli primer bisa jadi makin dalam. Sehingga lingkar belt di antara puli penggerak semakin besar. Sedang untuk lingkar belt di puli yang digerakkan jadi semakin kecil.

“Logikanya kalau lingkar puli primer lebih besar, belt akan memutar puli belakang jadi lebih banyak lagi,” saut Mian.

data tersebut diambil dari (motorplus-online.com)

Blog at WordPress.com.

Up ↑