Continental Belt / Contitech / Conti Scooter XT

20141002_150207

Untuk sebagian orang nama Continental dalam dunia belt mungkin terdengar asing, Continental sendiri sudah teramat berpengalaman dalam dunia belt, khususnya pasar Eropa.

Untuk memenuhi kebutuhan para pengendara matic, Continental menjajal pasar di Indonesia dengan menghadirkan belt untuk matic (Yamaha / Honda / Suzuki). Sekilas dari kemasan terkesan sederhana, namun daya cengkram grip ini boleh diandalkan dibandingkan oem / pabrikan standard motor.

20141002_143756

Karena daya cengkram yang lebih baik, belt ini secara tidak langsung memberikan benefit akselerasi yang lebih baik kepada kendaraan matic. Otomatis penggunaan sehari-hari pun menjadi semakin nyaman dan menyenangkan. 😀

Bicara soal harga, Belt ini memiliki harga eceran tertinggi di angka Rp 170,000 untuk Honda Vario 125 & Honda PCX. Belt ini tersedia PNP untuk motor Yamaha Mio, Honda Vario 125, Honda PCX, Honda Scoopy, Honda Beat. Minat? Bisa langsung sms / wa ke 0817 651 8818 untuk negosiasi harga dan informasi grosir. 😀

Advertisements

KTC Racing: Per CVT Mio J / GT / Fino

Untuk pengendara matic yamaha khususnya yang keluaran terakhir, ato versi Injeksi sudah ada per cvt dari KTC Racing. Hayo yang ingin modifikasi tunggangannya boleh melirik part yang satu ini.

Tersedia dalam 3 pilihan kekerasan, yakni RPM 1000, 1500, & 2000.

Minat? WA / SMS ke 0817 651 8818 untuk informasi dan negosiasi lebih lanjut. 😀Per CVT Mio (Injeksi)

CVT Guard Enzo Racing (Vario 125 / Honda PCX)

Mungkin kehadirannya terbilang telat, tapi masih dapat mengobati para vario 125 rider yang kepengen pake CVT Guard dengan harga yang wajar. 😀

Bahkan kantong seorang pelajar sekalipun tidak akan jebol dibuatnya. Soal kualitas, tentunya disesuaikan dengan harga. Karena harga dan kualitas selalu berbanding lurus. 😀

Asiknya CVT Guard buatan Enzo Racing ini juga dapat diaplikasikan PNP di Honda PCX (125 / 150).

Hadir 5 warna, monggo disimak nih:

20140301_230233

Yuk langsung aja hubungi kami untuk harga dan negosiasi lebih lanjut.

Belt CVT Asli VS Aftermarket, Serupa Belum Tentu Sama!

Panjang belt bisa dihitung dari jumlah mata gigi
Panjang belt bisa dihitung dari jumlah mata gigi

Serupa belum tentu sama alias bukan piston dibelah dua. Seperti V-belt CVT yang banyak dijajakan di pasaran. Tipe sabuk memang untuk motor yang sobat pakai, tapi belum tentu pas.

“Ada perbedaan proses produksi antara belt untuk aftermarket dan OEM. Selisih 0,0 sekian mm meski untuk skubek yang dimaksudnya, tapi belum tentu cocok. Selisih 0,5 mm pengaruh pada kerja CVT,” pasti Nardi Reylnald Khoe, Power Transmission Belt Division Manager PT Bando Indonesia, produsen sabuk  Bando, Jakarta.

Artinya, sabuk CVT aftermarket yang jelas di kemasannya tercantum, misalnya untuk BeAT atau Vario, belum tentu pas. Bisa jadi kepanjangan atau lebih pendek 0,5 mm dari kebutuhan sabuk yang pas untuk BeAT atau Vario sobat.

“OEM dirancang dengan ukuran khusus, panjang dan lebarnya. Kalau sabuk aftermarket, diproduksi dengan mengambil ukuran rata-rata aja,” tegas Nardi yang berkantor di bilangan Jl. Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.

Komponen lain bisa kena dampak
Komponen lain bisa kena dampak

Ambil contoh problem yang dialami salah satu awak redaksi MOTOR Plus. Tiga kali servis CVT karena ada problem yang dianggap janggal. Berisik dan tenaga seperti ditahan. Enggak tahunya pilihan sabuk yang dianggap jadi masalah. Padahal, awal penggantian dipilih yang memang untuk skubek yang dipakai.

“Meski kependekan atau kepanjangan 0,5 mm pasti ada dampaknya. Paling riskan kalau kependekan,” kata Endro Sutarno dari Technical Service Training PT Astra Honda Motor (AHM), Jakarta Utara.

Selisih 0,5 mm lebih panjang atau lebih pendek untuk skubek sama
Selisih 0,5 mm lebih panjang atau lebih pendek untuk skubek sama

Endro ngasih saran saat membeli belt sebaiknya diukur dulu panjang dan lebar belt asli bawaan motor. Seandainya dapat belt yang lebih pendek, ada beberapa komponen yang dipastikan akan bisa atau cepat aus, atau kemungkin rusak.

“Belt yang sedikit lebih pendek paling terasa waktu putaran gas awal. Motor sudah dibuka, tapi tenaga seperti ada yang nahan,” ucap Endro yang markasnya di PT Astra Honda Training Center (AHTC), Sunter, Jakarta Utara.

Kalau putaran mesin tertahan, ada komponen yang sebenarnya bergerak bebas waktu gas dibuka tapi malah gak bekerja semestinya. Salah satunya bearing puli belakang yang berhubungan langsung dengan girboks. “Dibiarkan lama, bearing bisa rusak. Karena putarannya enggak mulus akibat belt yang kelewat pendek,” wanti Endro lagi.

Agak sedikit rada mending sabuk CVT yang ditebus sedikit molor karena efeknya hanya selip. Ciri utamanya, pas dipasang dan gas dibuka, sedikit ada gejala belt paling atas bergerak naik turun. Gerakannya seperti mau menampar cover CVT.

data tersebut diambil dari (motorplus-online.com)

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑