Handle Grip / Karet Handle KTC (New Look)

Karet Handle 2014 (New Look)

Seakan bersaing dengan produk sendiri, KTC terus berinovasi. Kali ini yang dapet giliran adalah Karet Handlenya, yang cukup umum dan diminati di pasar modifikasi tanah air ini.

20140212_165452

Perubahannya termasuk radikal, karena berbeda dengan design terdahulunya. Sekilas bentuk nya akan mengingatkan kita pada busa grip yang sempet populer di tahun 90’an. Yang 90’an mesti inget nih, hehehe..

20140212_165457

Kualitas sama sekali tidak ada perubahan, model baru ini buat penampilan handle di tunggangan semakin ‘laki’. Hadir 5 warna, yakni: Merah, Biru, Orange, Kuning, dan Abu.

20140212_165548

Minat? SMS ato Whatsapp ke 0817.651.8818 untuk negosiasi dan informasi lebih lanjut. Trims.

Advertisements

Yamaha New Mio, Vega ZR Dan New Jupiter-Z Jangan Asal Colok CDI

Posisi kabel di soket mio lama dan baru
Posisi kabel di soket mio lama dan baru

Sudah banyak kasus fatal. CDI Mio dan New Mio saling tukar. Akibatnya CDI terbakar dan keluar asap tebal. Sebabnya, walau soket sama namun posisi kabel berbeda.

Kejadian seperti ini pernah dialami Sulaeman, pemilik Yamaha Mio lama 2006 asal Bandung. Dipasangi CDI New Mio (Mio Senyum), kontan begitu kontak di-ON-kan, langsung keluar asap dari CDI. Lari…. takut kebakaran.

Taunya, soket sama tapi posisi kabel berbeda. Itu juga terjadi di Yamaha Vega ZR dan New Jupiter-Z.

Paling gampang, coba perhatikan soket CDI (lihat gambar). Di Mio dan Jupiter-Z lama, terminal nomor 1 diisi kabel oranye yang menuju koil. Kalau di New Mio dan New Jupiter-Z diisi kabel merah yang menuju pulser.

Kalau asal colok, kabel dari koil dan pulser jadi tertukar. “Ini yang menyebabkan CDI terbakar dan mati,” jelas Lusep Sugiharto, mantan mekanik Yamaha yang kini buka bengkel modif di Cirebon.

Lebih fatal lagi yang tertukar kabel setrum. Di Mio lama, kaki terminal nomor 4 diisi kabel setrum 12 volt. Namun di Mio baru, kaki nomor 4 massa bodi. Kalau CDI Mio baru dipasang di Mio lama, ini yang menyababkan keluar asap. Sebab antara setrum positif dan negatif bertemu.

Untuk mengakalinya agar bisa saling tukar, sebenarnya bisa ditempuh dengan cara modifikasi. Posisi kaki-kaki di soket CDI diatur ulang. Silakan dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Misalnya Mio lama mau menggunakan CDI New Mio. Bisa saja asal mau atur ulang kabelnya. Disesuaikan dengan seperti soket New Mio. Ini tinggal mekanik yang menyesuaikan. Biar tidak salah, lihat gambar ya.

Bentuk dan ukuran soket sama antara Mio lama dan New Mio
Bentuk dan ukuran soket sama antara Mio lama dan New Mio

Koil Ikut Mati

Kejadian saling tukar CDI Mio lama dan baru memang bisa berakibat fatal. Tidak hanya CDI yang akan terbakar. Kemungkinan kabel bodi juga ikut hangus. Lebih parah lagi koil juga jadi lemah.

Seperti dialami di Yamaha Mio milik Sulaeman itu. Mekanik sampai dua hari melacak kenapa mesin tidak mau hidup. Padahal sudah tukar magnet dan sepul dengan motor normal.

Termasuk kabel bodi juga diurut ulang. Dicari sekaligus diteliti semua sambungan yang putus atau hangus. Tapi, tidak juga ditemui adanya kabel rusak atau terlepas. Apalagi sampai getas.

Saking pusingnya, mekanik yang membetulkan sampai ganti sasis dan kabel bodi sampai dua kali. Setelah diingat-ingat, memang benar. Meski gonta-ganti sasis namun koil tetap nempel. Jadinya mesin tetap tidak mau nyala.

Rupanya koil ikut lemah. Padahal ada api busi dan bensin penuh. Tapi, mesin tidak mau hidup. Biangnya koil ikutan lemah imbas dari asal colok CDI.

Koil lemah bikin pengapian kecil. Nyala bunga api jadi ikut kecil. Tidak kuat menahan kompresi yang besar di ruang bakar. Meski dilihat ada api, dipastikan mesin akan tetap tidak mau nyala.

Begitu dilakukan penggantian koil, mesin langsung hidup dan normal. Ini pengalaman berharga dan bisa dibagi kepada semua pembaca setia.

Jika mengalami hal serupa, buruan ganti koil. Sebab walaupun bensin penuh dan ada nyala api dari koil, tetap saja mesin tidak mau hidup. Sebabnya ya itu tadi, nyala api koil kecil.

Diingatkan jangan sampai bongkar yang lain- dan buang waktu. Koil lemah tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan mesin untuk hidup.

Data tersebut diambil Dari (motorplus-online.com)

Tutup Pala Babi KTC / Caliper Guard (PnP All New CBR)

Masih berhubungan dengan ‘tutup’, tutup pala babi/caliper guard namanya. Fungsi menjaga kaliper/pala babi dari benturan benda asing selama menempuh jalan raya ataupn ketika jatuh. 😀

Harga dibanderol jauh lebih murah dibandingkan kita harus membeli pala babi/kaliper baru ketika jatuh.

Untuk produk yang satu ini, walopun masih berhubungan dengan kata ‘tutup’ tapi tutup pala babi ini hanya hadir dalam 2 warna. Merah dan Gold.

Langsung aja bray dinikmati gambarnya. SMS ya ke 0817 651 8818 untuk info lebih lanjut dan negosiasi. 😀

Tutup Kunci KTC (PnP All New CBR)

Belakangan ini KTC getol menghadirkan variasi part untuk Honda All New CBR. Salah satunya adalah tutup kunci ini, selain menjaga lubang kunci (pada saat terparkir) dari air hujan, juga memberikan efek fashion yang menambah kesan ekslusif para pemilik honda all new cbr.

Hadir dalam 3 warna, yakni: Gold, Merah, dan Hitam.

Pelototin deh pic di bawah ini, kalo minat bisa langsung SMS ke 0817 651 8818


KTC Racing Parts PNP ALL NEW CBR

Akhirnya KTC Racing menjawab kebutuhan para riders All New CBR, bukan dengan produk trial, tapi sebuah produk yang ‘matang’ dan berkualitas tinggi. Tidak tanggung-tanggung KTC Racing menelurkan produknya dalam bentuk gelombang (tidak satu atau dua jenis tapi lebih dari 4 jenis), yakni:

1. Underbone yang pijakan kakinya adjustable (dapat disetting sesuai dengan tingkat kenyamanan riders),

2. Segitiga racing yang menganut dual-tone atu dua warna sehingga memberikan efek stylish yang ‘eye-catching’,

3. Tutup bak minyak rem (master rem standard). Ini merupakan hal baru bagi KTC Racing yang sebelumnya membuat tabung minyak rem variasi untuk master rem aftermarket. KTC Racing memberikan sentuhan yang unik kali ini.

4. Tutup oli variasi,

5. Tutup magnet/baut pengunci magnet. Hal ini juga terkena sentuhan dari KTC Racing agar membuat CBR anda menjadi semakin personal.

6. Spion CNC Rep Rizoma, spion ini sudah pernah dihadirkan untuk Kawasaki Ninja 250. Melihat suksesnya spion ini dalam mepercantik si Ninja 250. Spion ini dihadirkan juga dalam bentuk yang pnp dengan dudukan spion fairing All New CBR.

7. Stang Jepit Adjustable, untuk hal ini sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Setiap sendinya memiliki kunci-kunci yang kuat, sehingga keamanan si riders terjamin.

8. Handle Adjustable, so pasti tidak ketinggalan bray. 🙂

KTC Racing selalu menghadirkan produknya dalam kualitas yang terjamin dan ‘matang’. ‘Matang’ dalam hal ini saya artikan sebagai produk yang telah mengalami banyak trial dan error sebelum diluncurkan. Untuk itu, keamanan dan kenyamanan konsumen terjaga. So bray, what are you waiting for?? Text to us now at 0817.651.8818.

Thank You.

Blog at WordPress.com.

Up ↑