Anti Thief Lever (Handle Anti Maling) KTC Racing

Handle anti thief / anti maling

Seperti tidak kehabisan inovasi, brand yang satu ini terus menghadirkan inovasi dalam setiap produknya.

Handle anti thief / anti maling

Makin maraknya pencurian sepeda motor membuat sang pemilik KTC Racing menelurkan sebuah Handle yang cukup unik, yakni HANDLE ANTI MALING bahasa kerennya. Handle set yang dapat dicopot dan pasang dengan mudah, selain memberikan rasa aman bagi pemliki tunggangan, juga mempermanis tunggangan kita.

Handle anti thief / anti maling

Hadir dalam 4 warna: Silver, Gold, Merah, & Hitam.

Handle KTC ATL

Berikut adalah daftar motor yang dapat mengaplikasikannya dengan mudah tanpa ubahan banyak. Di antaranya: Honda Beat / Beat Fi, Vario 110 / Fi, Vario Techno 125, Yamaha Mio, Fino, Xeon, Honda CBR Old, CBR New, Sonic, Tiger, Megapro, Satria F150,

Advertisements

Velg Racing Chemco

20140401_143853

Merk ini begitu familiar dalam dunia velg, Chemco diproduksi oleh PT. Alcar Chemco Indonesia yang juga men-supply velg-velg oem. Dengan pengalaman itu tentu saja, kualitas produksi Chemco tidak perlu diragukan lagi.

20140401_154336 20140401_150745 20140401_150425

Hadir dalam 2 warna untuk saat ini, yakni: Hitam & Putih. Dan peruntukannya PNP ke motor: Honda Vario 110/125, Beat, Scoopy, Spacy, PCX, Yamaha Mio Series, Xeon / GT 125, Jupiter MX Rear Disc, Vixion Rear Disc, Scorpio Rear Disc, Honda New Megapro, Honda CB150R, Honda Tiger Revo, Kawasaki Ninja 250 Karbu – Rear, Kawasaki Ninja 250 Fi Double Disc, Kawasaki ER6 N/F, Versys 650 – Rear.

Velg Chemco Vario 125 Velg Chemco + Pentil tubeless KTC 20140401_154404 20140401_154345

Dengan design model yang cukup trendy, membuat velg ini diminati di pasaran modifikator tanah air.

Komparasi Fitur, Hayate 125 vs Vario CBS Techno dan Xeon 125

Komparasi Fitur 1

Suzuki Hayate 125 yang merupakan generasi penerus Suzuki Skywave 125 sudah resmi dijual di Indonesia. Mengusung mesin 125cc dan dilepas dengan harganya Rp 14,3 juta (on the road Jakarta), skubek yang menggunakan model Irfan Bacdhim ini setara disandingkan dengan Vario CBS Techno dan Xeon 125.

Ketiganya diposisikan sebagai skubek yang satu level, sama-sama masuk golongan skubek Hi-End. Harganya pun tak jauh berbeda, Vario CBS Techno dan Xeon dilepas Rp 15,8 jutaan. Begitu juga dengan fitur dan teknologinya. Yuks kita bandingkan!

Fitur Kenyamanan dan Akomodasi

Secara desain, ketiganya menonjolkan kesan futuristik tapi didesain tanpa melupakan kebutuhan dan kenyamanan sang pengendara. Ketiganya menawarkan jok tebal yang akan membuat nyaman berlama-lama berkendara.

Pijakan kaki yang luas dimiliki Xeon dan Vario CBS Techno, tapi pada Hayate masih terhalang sasis di tengah. Meski begitu, berdasarkan pengalaman berkendara bersama Hayate 125, ruang kaki yang tersedia masih cukup nyaman.

Lingkar roda 16 inci dan dual suspension di belakang membuat Hayate diklaim lebih unggul soal kenyamanan. Lingkar roda dengan diameter besar dipercaya mampu meredam guncangan lebih baik ketimbang roda 14 inci.

Hayate (kiri) paling luas, Vario CBS Techno (kanan) paling sempit.
Hayate (kiri) paling luas, Vario CBS Techno (kanan) paling sempit.

Tapi secara dimensi, Xeon paling imut dan dipastikan lebih lincah meliuk di kemacetan. Vario CBS Techno ada ditengah-tengah dan Hayate paling gambot. Meski Suzuki mendesain setang yang tak terlalu lebar agar handling lebih lincah, tapi wheel base yang mencapai 1.285 mm dan buntutnya yang panjang tetap terasa.

Sedang urusan akomodasi, ketiga skubek ini sudah menyediakan konsol boks di bawah setang.  Lalu boks bagasi di bawah jok pun disiapkan dengan dimensi cukup besar.

Hayate harus diakui punya ruang penyimpanan di bawah jok paling luas, helm full face bisa masuk! Sedang Xeon hanya cukup untuk menyimpan helm half face. Sedang Vario paling sempit, hanya muat dua set jas hujan dan beberapa kunci perlengkapan.

Fitur Safety

Bicara fitur safety, kemajuan pada Hayate 125 ada pada standar samping yang terkoneksi dengan engine stop layaknya Honda Vario CBS Techno. Mesin ogah nyala bila standar samping masih terbuka. Sebagai catatan, Xeon tidak punya perangkat ini.

Selain itu, Hayate juga telah di lengkapi dengan AHO (Automatic Headlamp On). Hayate jadi skubek pertama yang lampunya langsung menyala sejak mesin dihidupkan.

Untuk perangkat safety lainnya, Vario CBS Techno tetap unggul. Skubek honda ini dilengkapi dengan combi brake system yang secara otomatis akan memberikan bantuan rem depan saat rem belakang difungsikan. Vario CBS Techno juga satu-satu dari ketiga skubek ini yang punya fitur rem parkir.

Perangkat safety yang ada di semua skubek ini adalah kunci setang berpengaman magnet, Suzuki menyebutnya Integrated magnetic key shutter. Selain itu, dual head lamp juga menjadi andalan tiga skubek ini.

Penampilan speedometer Hayate (kiri) paling sederhana. Xeon (tengah) sudah dilengkapi dengan indikator layaknya motor injeksi
Penampilan speedometer Hayate (kiri) paling sederhana. Xeon (tengah) sudah dilengkapi dengan indikator layaknya motor injeksi

Fitur dan Teknologi Mesin

Secara spesifikasi mesin, Xeon dipastikan paling juara. Mesinnya 125cc satu silinder, SOHC dengan 2 klep yang setara Hayate, tapi sudah dilengkapi dengan water cooler. Sedang Vario CBS Techno hanya 110cc meski sudah dilengkapi dengan water cooler.

Kapasitas mesin besar tentunya membutuhkan suplai bahan bakar lebih besar, makanya Hayate dan Xeon pakai karburator berventuri 26 mm, sedang Vario CBS Techno hanya 22 mm.

Tapi karbu Xeon lebih canggih karena sudah dilengkapi dengan TPS (Throttle Position Sensor) yang memberikan input pengapian sesuai bukaan selongsong gas. Hasilnya pembakaran diklaim lebih sempurna.

Xeon juga sudah mengadopsi DiASil Cylinder setara dengan Hayate yang pakai SCEM (Suzuki Composite Electrochemical Material. Keuntungan material ini membuat blok silinder lebih kuat dan antigores. Selain itu mampu mengurangi panas berlebih.

Sedang untuk power yang dihasilkan, Hayate dan Xeon setara dengan power 9,6 Ps, sedang Vario CBS Techno hanya 8,99 Ps, meski paling kecil Vario diyakini punya konsumsi BBM lebih hemat ketimbang kedua rivalnya ini.

  Suzuki Hayate 125 Yamaha Xeon Honda Vario CBS Techno
Harga OTR Jakarta (Rp,Juta) 14,3 15,9 15,9
Pilihan warna 4 5 5
Garansi mesin (tahun) 3 3 3
Dimensi      
Panjang x Lebar x Tinggi (mm) 1.925 x 670 x 1.070 1.850 x 685 x 1.060 1.904 x 680 x 1.090
Jarak sumbu roda (mm) 1.285 1.260 1.273
Jarak terendah ke tanah (mm) 140 125 133
Berat kosong (kg) 113 103 101
Kapasitas tangki BBM (Liter) 4,7 4,1 3,6
Kapasitas oli mesin (Liter) 1 0,8 0,7
Rangka      
Suspensi depan Teleskopik Teleskopik Teleskopik
Suspensi belakang Lengan ayun, sokbreker ganda Lengan ayun, sokbreker tunggal Lengan ayun, sokbreker tunggal
Rem depan Cakram hidrolis Cakram hidrolis Cakram hidrolis
Rem belakang Tromol Tromol Tromol
Pelek depan Casting 16 inci Casting 14 inci Casting 14 inci
Pelek belakang Casting 16 inci Casting 14 inci Casting 14 inci
Ukuran ban depan 70/90 – 16m / C36P 70/90 – 14m / C34P 80/90 – 14m / C40P
Ukuran ban belakang 80/90-16m / C43P 90/80-14m / C49P 90/90-14m / C46P
Mesin      
Tipe SOHC 4-tak SOHC 4-tak SOHC 4-tak
Sistem pendingin Udara Liquid (radiator) Liquid (radiator)
Diameter x langkah (mm) 53,5 x 55,2 52,4 x 57,9 50 x 55
Kapasitas silinder (cc) 124 124 108
Perbandingan kompresi 9,6 : 1 10,9 : 1 10,7 : 1
Daya maksimum (ps/rpm) 9,6 / 8.000 9,6 / 8.000 8,99 / 8.000
Torsi maksimum (Nm/rpm) 9,8 / 6.500 10,10 / 7.000 8,33 / 6.500
Karburator Mikuni BS26 Mikuni BS26 Keihin VK22
Busi NGK CR6HSA / ND U20FS-U NGK CR7E NGK CR7EH-9 / ND U22FER9
Kopling Kering, Sentrifugal AT Kering, Sentrifugal AT Kering, Sentrifugal AT
Sistem penggerak V-Belt Otomatis (CVT) V-Belt Otomatis (CVT) V-Belt Otomatis (CVT)
Sistem pengapian DC-CDI DC-CDI DC-CDI
Sistem starter Elektrik & Engkol Elektrik & Engkol Elektrik & Engkol
Sistem tambahan CBS (Combi Brake Sistem)
Sumber: Yamaha, Suzuki, Honda      

Data tersebut diambil dari (motorplus-online.com)

Bedah CVT Yamaha Xeon, Serba Besar Bro!

 

CVT Yamaha Xeon 1

 

 

 

 

 

OTOMOTIFNET – Yamaha Xeon hadir dengan sasis, mesin dan beberapa teknologi baru. Basisnya jauh berbeda dari Mio/Nouvo. Wajar jika sensasi berkendara lumayan jauh berbeda, terutama dari segi performa.

 

Gampangnya Xeon ngacir, selain dari mesin yang memang besar, yaitu 125 cc berpendingin cairan, juga dipengaruhi perangkat CVT yang ternyata juga jauh beda dengan generasi sebelumnya. Ayo dibongkar apa saja yang menjadikan berbeda!

 

Roller

 

Nah part yang berfungsi mengangkat movable drive face dengan prinsip gaya sentrifugal ini, pada Xeon bentuknya tergolong gede. Diameter luar mencapai 20 mm. Bandingkan sama punya Mio yang hanya 15 mm.

 

Sedang bobotnya hanya 10 gr, atau 0,5 gr lebih ringan dari Mio. “Ukuran besar namun ringan membuat akselerasi dari bawah sampai menengah cepat, cocok untuk jalanan perkotaan,” urai M. Abidin, manager technical department-service division PT YMKI.

 

Memang sangat terasa, dari berhenti sampai 80 km/jam terasa cepat. Sayang setelah itu merayap pelan hingga mencapai kecepatan maksimal sekitar 105 km/jam.

V-Belt

Penghubung drive face dengan driven face ini juga punya bentuk dan ukuran beda. Lekukan bagian dalam membentuk setengah lingkaran, di Mio trapesium. Lebarnya mencapai 22 mm, panjang 880 mm (Mio 18,2 mm/842 mm). Efeknya kekuatan lebih besar, tenaga tersalur lebih sempurna dan lebih awet.

Secondary Sliding Sheave

Paling jelas terlihat groove torsi cam punya bentuk melengkung. Menjadikan percepatan terasa tak mengentak. Kedua pin guide-nya besar. Pastinya agar lebih awet.

Centrifugal Clutch

Rumah kopling pun berdiameter besar. “Mendukung akselerasi cepat,” lanjut Abidin. Istimewanya saat berputar ditahan oleh laher berdiameter besar, sehingga tak mudah goyang dan tahan lama.

Gear Rasio

Ukurannya juga jauh lebih besar dari Mio. Perbandingannya pun demikian (amati tabel). Sehingga volume oli Xeon mencapai 200 ml, atau 2 kali lipat Mio. Jenis oli yang digunakan sama (Yamalube Gear Oil), demikian juga penggantian yang tiap 10 ribu km.

Saluran Udara

Lubang pemasukan udara untuk mendinginkan perangkat CVT tak diambil langsung dari udara bebas, melainkan dari sasis. “Sehingga lebih dingin dan bersih,” terang Abidin saat launching Xeon.

Perbandingan CVT Mio dan Xeon    
Item Mio Xeon
Panjang V-belt 842 mm 880 mm
Lebar V-belt 18,2 mm 22 mm
Ø Dalam clutch housing 112 mm 120 mm
Kopling mulai membuka 2650 – 3050 rpm 2450-2850 rpm
Kopling mulai mengopel 4800-5400 rom 4900-5500 rpm
Ø Luar roller 15 mm 20 mm
Berat roller 10,5 gr 10 gr
Reduksi primary 47 / 15 (3.133) 42 / 16 (2.625)
Reduksi sekunder 42 / 13 45 / 12 (3.750)

Penulis/Foto: Aant  / Aan

Data tersebut diambil dari

http://motorplus.otomotifnet.com

Koso Mio

Dari namanya saja kita sudah dikenali bahwa ini adalah spidometer digital keluaran Koso untuk Yamaha Mio. Dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan dengan Speedometer Digital Koso yang universal. Pemasangannya di Mio pun terbilang mudah, karena soket-soket sudah dibuat PNP (Plug and Play) dengan yamaha Mio. Speedometer digital Mio ini bisa juga diaplikasikan di Mio Soul, Yamaha Xeon (modifikasi sangat diperlukan dalam hal ini). Hadir dalam 2 warna casing, yakni: Hitam dan Putih.

Fitur yang dimiliki, antara lain: Speedometer, Odometer, Tachometer, Trip A/B, Fuelmeter, Voltmeter, Clock, A/F Ratio (Optional), Top speed record, 8 warna lampu backlight yang bisa digonta-ganti, Catatan penggantian oli, Warning suhu, Pre/Shiftlight.

Langsung saja hubungi kami untuk informasi harga dan negosiasi.

Blog at WordPress.com.

Up ↑