Velg Racing Chemco

20140401_143853

Merk ini begitu familiar dalam dunia velg, Chemco diproduksi oleh PT. Alcar Chemco Indonesia yang juga men-supply velg-velg oem. Dengan pengalaman itu tentu saja, kualitas produksi Chemco tidak perlu diragukan lagi.

20140401_154336 20140401_150745 20140401_150425

Hadir dalam 2 warna untuk saat ini, yakni: Hitam & Putih. Dan peruntukannya PNP ke motor: Honda Vario 110/125, Beat, Scoopy, Spacy, PCX, Yamaha Mio Series, Xeon / GT 125, Jupiter MX Rear Disc, Vixion Rear Disc, Scorpio Rear Disc, Honda New Megapro, Honda CB150R, Honda Tiger Revo, Kawasaki Ninja 250 Karbu – Rear, Kawasaki Ninja 250 Fi Double Disc, Kawasaki ER6 N/F, Versys 650 – Rear.

Velg Chemco Vario 125 Velg Chemco + Pentil tubeless KTC 20140401_154404 20140401_154345

Dengan design model yang cukup trendy, membuat velg ini diminati di pasaran modifikator tanah air.

Advertisements

Disc Brake / Cakram 260MM KTC Racing

Fluktuasi nilai Rupiah tidak membuat gentar brand yang satu ini, :D. Ini membuktikan sebuah bisnis yang dibangun dengan dasar yang kokoh, yakni KUALITAS. Masih dalam 1 rombongan kreta, hadir juga piringan/disc brake/ cakram 260mm untuk matic (Honda, dan Yamaha).

DSC_1569

Mengadopsi teknologi terkini, kancing floating yang rata dengan bidang permukaan membuat cakram ini memiliki kelebihan daripada yang lainnya, dapat diaplikasikan dengan berbagai jenis kaliper. Hadir dalam 3 warna, yakni: Merah, Abu, dan Gold. Dalam setiap penjualannya tentu saja sudah disertakan braket yang keren dan modis.

Cakram Kitaco New (Matic)

DSC_1570

Nah dari segi harga memang ada kenaikan dibanding model terdahulu nya, ini pun dikarenakan oleh nilai mata uang rupiah yang turun terhadap mata uang asing. Minat? Langsung aja nyok sms/whatsapp ke 0817.651.8818 ato add Pin Blackberry 27f7 8229.

Yamaha New Mio, Vega ZR Dan New Jupiter-Z Jangan Asal Colok CDI

Posisi kabel di soket mio lama dan baru
Posisi kabel di soket mio lama dan baru

Sudah banyak kasus fatal. CDI Mio dan New Mio saling tukar. Akibatnya CDI terbakar dan keluar asap tebal. Sebabnya, walau soket sama namun posisi kabel berbeda.

Kejadian seperti ini pernah dialami Sulaeman, pemilik Yamaha Mio lama 2006 asal Bandung. Dipasangi CDI New Mio (Mio Senyum), kontan begitu kontak di-ON-kan, langsung keluar asap dari CDI. Lari…. takut kebakaran.

Taunya, soket sama tapi posisi kabel berbeda. Itu juga terjadi di Yamaha Vega ZR dan New Jupiter-Z.

Paling gampang, coba perhatikan soket CDI (lihat gambar). Di Mio dan Jupiter-Z lama, terminal nomor 1 diisi kabel oranye yang menuju koil. Kalau di New Mio dan New Jupiter-Z diisi kabel merah yang menuju pulser.

Kalau asal colok, kabel dari koil dan pulser jadi tertukar. “Ini yang menyebabkan CDI terbakar dan mati,” jelas Lusep Sugiharto, mantan mekanik Yamaha yang kini buka bengkel modif di Cirebon.

Lebih fatal lagi yang tertukar kabel setrum. Di Mio lama, kaki terminal nomor 4 diisi kabel setrum 12 volt. Namun di Mio baru, kaki nomor 4 massa bodi. Kalau CDI Mio baru dipasang di Mio lama, ini yang menyababkan keluar asap. Sebab antara setrum positif dan negatif bertemu.

Untuk mengakalinya agar bisa saling tukar, sebenarnya bisa ditempuh dengan cara modifikasi. Posisi kaki-kaki di soket CDI diatur ulang. Silakan dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Misalnya Mio lama mau menggunakan CDI New Mio. Bisa saja asal mau atur ulang kabelnya. Disesuaikan dengan seperti soket New Mio. Ini tinggal mekanik yang menyesuaikan. Biar tidak salah, lihat gambar ya.

Bentuk dan ukuran soket sama antara Mio lama dan New Mio
Bentuk dan ukuran soket sama antara Mio lama dan New Mio

Koil Ikut Mati

Kejadian saling tukar CDI Mio lama dan baru memang bisa berakibat fatal. Tidak hanya CDI yang akan terbakar. Kemungkinan kabel bodi juga ikut hangus. Lebih parah lagi koil juga jadi lemah.

Seperti dialami di Yamaha Mio milik Sulaeman itu. Mekanik sampai dua hari melacak kenapa mesin tidak mau hidup. Padahal sudah tukar magnet dan sepul dengan motor normal.

Termasuk kabel bodi juga diurut ulang. Dicari sekaligus diteliti semua sambungan yang putus atau hangus. Tapi, tidak juga ditemui adanya kabel rusak atau terlepas. Apalagi sampai getas.

Saking pusingnya, mekanik yang membetulkan sampai ganti sasis dan kabel bodi sampai dua kali. Setelah diingat-ingat, memang benar. Meski gonta-ganti sasis namun koil tetap nempel. Jadinya mesin tetap tidak mau nyala.

Rupanya koil ikut lemah. Padahal ada api busi dan bensin penuh. Tapi, mesin tidak mau hidup. Biangnya koil ikutan lemah imbas dari asal colok CDI.

Koil lemah bikin pengapian kecil. Nyala bunga api jadi ikut kecil. Tidak kuat menahan kompresi yang besar di ruang bakar. Meski dilihat ada api, dipastikan mesin akan tetap tidak mau nyala.

Begitu dilakukan penggantian koil, mesin langsung hidup dan normal. Ini pengalaman berharga dan bisa dibagi kepada semua pembaca setia.

Jika mengalami hal serupa, buruan ganti koil. Sebab walaupun bensin penuh dan ada nyala api dari koil, tetap saja mesin tidak mau hidup. Sebabnya ya itu tadi, nyala api koil kecil.

Diingatkan jangan sampai bongkar yang lain- dan buang waktu. Koil lemah tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan mesin untuk hidup.

Data tersebut diambil Dari (motorplus-online.com)

Power Beam, Bikin Rangka Yamaha Lebih Kaku

Power beam

Pada bulan April ini, Yamaha meluncurkan produk baru bernama “Power Beam” perangkat mungil yang hanya ada untuk skubek gambot Yamaha T-Max ini punya fungsi unik. Yaitu membuat rangka lebih kaku dan menghilangkan getaran.Dengan rangka yang lebih kaku dan tidak lentur maka stabilitasnya saat melintasi tikungan atau ketika bermanuver bisa lebih baik. Prinsip ini biasanya digunakan pada sepeda motor pacuan balap.

Sayangnya pada beberapa titik di rangka ada area yang pada tingkatan kecil akan merenggang ketika terkena beban saat bermanuver dan kemudian kembali normal. Kelenturan dalam frekuensi tertentu inilah lah yang akhirnya menyebabkan getaran, yang kemudian hal coba dihilangkan dengan Power Beam.

Yamaha Power Beam ini dipasang di titik-titik tertentu pada rangka. Bentuk dan cara kerjanya mirip strut bar pada mobil balap. Berbentuk batang yang dikaitkan ke salah satu sisi di rangka sepeda motor.

“Power Beam menambahkan kapasitas redaman di satu titik rangka untuk menyerap energi yang melenturkan dari kekuatan eksternal dan merilisnya sebagai energi panas,” ungkap realese Yamaha seperti dilaporkan Visor Down.

Menariknya, perangkat semacam strut bar yang dikembangkan sejak tahun 2000 ini sebenarnya bisa dibuat untuk motor apapun. Siapa tahu ada produsen aksesori yang mau membuat produk after market seperti ini. Tertarik? ..

Data tersebut diambil dari (motorplus-online.com)

Komparasi Fitur, Hayate 125 vs Vario CBS Techno dan Xeon 125

Komparasi Fitur 1

Suzuki Hayate 125 yang merupakan generasi penerus Suzuki Skywave 125 sudah resmi dijual di Indonesia. Mengusung mesin 125cc dan dilepas dengan harganya Rp 14,3 juta (on the road Jakarta), skubek yang menggunakan model Irfan Bacdhim ini setara disandingkan dengan Vario CBS Techno dan Xeon 125.

Ketiganya diposisikan sebagai skubek yang satu level, sama-sama masuk golongan skubek Hi-End. Harganya pun tak jauh berbeda, Vario CBS Techno dan Xeon dilepas Rp 15,8 jutaan. Begitu juga dengan fitur dan teknologinya. Yuks kita bandingkan!

Fitur Kenyamanan dan Akomodasi

Secara desain, ketiganya menonjolkan kesan futuristik tapi didesain tanpa melupakan kebutuhan dan kenyamanan sang pengendara. Ketiganya menawarkan jok tebal yang akan membuat nyaman berlama-lama berkendara.

Pijakan kaki yang luas dimiliki Xeon dan Vario CBS Techno, tapi pada Hayate masih terhalang sasis di tengah. Meski begitu, berdasarkan pengalaman berkendara bersama Hayate 125, ruang kaki yang tersedia masih cukup nyaman.

Lingkar roda 16 inci dan dual suspension di belakang membuat Hayate diklaim lebih unggul soal kenyamanan. Lingkar roda dengan diameter besar dipercaya mampu meredam guncangan lebih baik ketimbang roda 14 inci.

Hayate (kiri) paling luas, Vario CBS Techno (kanan) paling sempit.
Hayate (kiri) paling luas, Vario CBS Techno (kanan) paling sempit.

Tapi secara dimensi, Xeon paling imut dan dipastikan lebih lincah meliuk di kemacetan. Vario CBS Techno ada ditengah-tengah dan Hayate paling gambot. Meski Suzuki mendesain setang yang tak terlalu lebar agar handling lebih lincah, tapi wheel base yang mencapai 1.285 mm dan buntutnya yang panjang tetap terasa.

Sedang urusan akomodasi, ketiga skubek ini sudah menyediakan konsol boks di bawah setang.  Lalu boks bagasi di bawah jok pun disiapkan dengan dimensi cukup besar.

Hayate harus diakui punya ruang penyimpanan di bawah jok paling luas, helm full face bisa masuk! Sedang Xeon hanya cukup untuk menyimpan helm half face. Sedang Vario paling sempit, hanya muat dua set jas hujan dan beberapa kunci perlengkapan.

Fitur Safety

Bicara fitur safety, kemajuan pada Hayate 125 ada pada standar samping yang terkoneksi dengan engine stop layaknya Honda Vario CBS Techno. Mesin ogah nyala bila standar samping masih terbuka. Sebagai catatan, Xeon tidak punya perangkat ini.

Selain itu, Hayate juga telah di lengkapi dengan AHO (Automatic Headlamp On). Hayate jadi skubek pertama yang lampunya langsung menyala sejak mesin dihidupkan.

Untuk perangkat safety lainnya, Vario CBS Techno tetap unggul. Skubek honda ini dilengkapi dengan combi brake system yang secara otomatis akan memberikan bantuan rem depan saat rem belakang difungsikan. Vario CBS Techno juga satu-satu dari ketiga skubek ini yang punya fitur rem parkir.

Perangkat safety yang ada di semua skubek ini adalah kunci setang berpengaman magnet, Suzuki menyebutnya Integrated magnetic key shutter. Selain itu, dual head lamp juga menjadi andalan tiga skubek ini.

Penampilan speedometer Hayate (kiri) paling sederhana. Xeon (tengah) sudah dilengkapi dengan indikator layaknya motor injeksi
Penampilan speedometer Hayate (kiri) paling sederhana. Xeon (tengah) sudah dilengkapi dengan indikator layaknya motor injeksi

Fitur dan Teknologi Mesin

Secara spesifikasi mesin, Xeon dipastikan paling juara. Mesinnya 125cc satu silinder, SOHC dengan 2 klep yang setara Hayate, tapi sudah dilengkapi dengan water cooler. Sedang Vario CBS Techno hanya 110cc meski sudah dilengkapi dengan water cooler.

Kapasitas mesin besar tentunya membutuhkan suplai bahan bakar lebih besar, makanya Hayate dan Xeon pakai karburator berventuri 26 mm, sedang Vario CBS Techno hanya 22 mm.

Tapi karbu Xeon lebih canggih karena sudah dilengkapi dengan TPS (Throttle Position Sensor) yang memberikan input pengapian sesuai bukaan selongsong gas. Hasilnya pembakaran diklaim lebih sempurna.

Xeon juga sudah mengadopsi DiASil Cylinder setara dengan Hayate yang pakai SCEM (Suzuki Composite Electrochemical Material. Keuntungan material ini membuat blok silinder lebih kuat dan antigores. Selain itu mampu mengurangi panas berlebih.

Sedang untuk power yang dihasilkan, Hayate dan Xeon setara dengan power 9,6 Ps, sedang Vario CBS Techno hanya 8,99 Ps, meski paling kecil Vario diyakini punya konsumsi BBM lebih hemat ketimbang kedua rivalnya ini.

  Suzuki Hayate 125 Yamaha Xeon Honda Vario CBS Techno
Harga OTR Jakarta (Rp,Juta) 14,3 15,9 15,9
Pilihan warna 4 5 5
Garansi mesin (tahun) 3 3 3
Dimensi      
Panjang x Lebar x Tinggi (mm) 1.925 x 670 x 1.070 1.850 x 685 x 1.060 1.904 x 680 x 1.090
Jarak sumbu roda (mm) 1.285 1.260 1.273
Jarak terendah ke tanah (mm) 140 125 133
Berat kosong (kg) 113 103 101
Kapasitas tangki BBM (Liter) 4,7 4,1 3,6
Kapasitas oli mesin (Liter) 1 0,8 0,7
Rangka      
Suspensi depan Teleskopik Teleskopik Teleskopik
Suspensi belakang Lengan ayun, sokbreker ganda Lengan ayun, sokbreker tunggal Lengan ayun, sokbreker tunggal
Rem depan Cakram hidrolis Cakram hidrolis Cakram hidrolis
Rem belakang Tromol Tromol Tromol
Pelek depan Casting 16 inci Casting 14 inci Casting 14 inci
Pelek belakang Casting 16 inci Casting 14 inci Casting 14 inci
Ukuran ban depan 70/90 – 16m / C36P 70/90 – 14m / C34P 80/90 – 14m / C40P
Ukuran ban belakang 80/90-16m / C43P 90/80-14m / C49P 90/90-14m / C46P
Mesin      
Tipe SOHC 4-tak SOHC 4-tak SOHC 4-tak
Sistem pendingin Udara Liquid (radiator) Liquid (radiator)
Diameter x langkah (mm) 53,5 x 55,2 52,4 x 57,9 50 x 55
Kapasitas silinder (cc) 124 124 108
Perbandingan kompresi 9,6 : 1 10,9 : 1 10,7 : 1
Daya maksimum (ps/rpm) 9,6 / 8.000 9,6 / 8.000 8,99 / 8.000
Torsi maksimum (Nm/rpm) 9,8 / 6.500 10,10 / 7.000 8,33 / 6.500
Karburator Mikuni BS26 Mikuni BS26 Keihin VK22
Busi NGK CR6HSA / ND U20FS-U NGK CR7E NGK CR7EH-9 / ND U22FER9
Kopling Kering, Sentrifugal AT Kering, Sentrifugal AT Kering, Sentrifugal AT
Sistem penggerak V-Belt Otomatis (CVT) V-Belt Otomatis (CVT) V-Belt Otomatis (CVT)
Sistem pengapian DC-CDI DC-CDI DC-CDI
Sistem starter Elektrik & Engkol Elektrik & Engkol Elektrik & Engkol
Sistem tambahan CBS (Combi Brake Sistem)
Sumber: Yamaha, Suzuki, Honda      

Data tersebut diambil dari (motorplus-online.com)

Blog at WordPress.com.

Up ↑